Perkembangan
Mobil Listrik di Dunia dan di Indonesia
Mobil Listrik Pertama Kali
ditemukan oleh Pembangun sebuah unit energi mobil listrik dengan sumber energy
non isi ulang asal Skotlandia yaitu Robert Anderson tetapi beterai yang
digunakan untuk mobil listrik tersebut tidak cukup kuat, Apalagi Robert Anderson
dihadapakan dengan persaingan sengit dengan mobil bertenaga uap pada zaman itu.
Tetapi banyak orang yang masih memperdebatkan siapakah penemu mobil Listrik Di
dunia.
Pada Saat yang sama penemu asal Belanda
Sibrandus Stratingh menciptakan sebuah kendaraan bertenaga listrik dan juga
Thomas Davenport dari Vermont dan itu sudah ada sejak setidaknya setengah abad
sebelum Benz Paten-Motorwagen.
Perkembangan mobil listrik Indonesia
 |
| MOBIL LISTRIK BUATAN INDONESIA |
Mobil
Listrik Pertama buatan Indonesia adalah mobil listrik "Ahmadi". Mobil
Listrik ini di kembangkan oleh Dasep Ahmadi. Mobil ini melakukan uji
coba bersama Menteri Negara BUMN RI. Diketahui, kapasitas baterai
lithium-ion (36 buah) yang dipakai adalah 21 kWh mampu menempuh jarak
130 km sekali pengisisan penuh dan waktu pengisian sekitar 5 jam.
Akhir-akhir ini banyak berita miring mengenai mobil listrik buatan
Indonesia. Namun, krisis harga bahan bakar yang semakin memunjak tidak
boleh hanya dibiarkan saja. Oleh karena itu, perkembangan Teknologi
Ramah Lingkungan di Indonesia harus terus di tingkatkan. Apalagi melihat
tingkat ekonomi di Indonesia yang sangat rendah dan miris. Melihat
Fakta bahwa penduduk Indonesia yang lebih memilih naik kendaraan dari
pada jalan kaki memungkinkan Mobil Listrik ini akan sangat bermanfaat
untuk Indonesia. Selain menghapus polusi udara, juga bisa menghemat
bensin. Namun, kenyataan bahwa baterai untuk Mobil Listrik yang sangat
mahal membuat Indonesia belum memiliki jalan untuk memeperbaiki
ekonominya. Namun, bila Indonesia lebih serius dengan Mobil Listrik ini
pasti akan ada jalan untuk membuat listrik dari energi yang tak
terhingga jumlahnya, misalnya Mobil Listrik tenaga air atau surya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar